Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2024 defisit USD 6 miliar sementara transaksi berjalan defisit USD 2,2 miliar atau 0,6% PDB.

Head of Macroeconomics & Financial Research BSI, Kahfi Riza mengatakan berlanjutnya defisit transaksi berjalan sudah diprediksi imbas terus turunnya harga komoditas.

Sementara bagi manajer investasi, Direktur Ciptadana AM, Herdianto Budiarto menyebutkan di era defisit transaksi berjalan pengelolaan portofolio MI masih mengedepankan strategi defensif. Dimana untuk saham MI masuk ke emiten berfundamental positif dan obligasi dengan tenor pendek.

Sementara terkait suku bunga, pelaku pasar masih meyakini Bank Indonesia masih akan menahan level BI Rate di 6,25%, mengingat indikator makro ekonomi yang masih positif.

Seperti pasar menyikapi berlanjutnya defisit transaksi berjalan? bagaimana arah kebijakan bank sentral? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Head of Macroeconomics & Financial Research PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Kahfi Riza dan Direktur Ciptadana Asset Management, Herdianto Budiarto dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 20/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *