Jakarta, CNBC Indoensia – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara mengungkapkan pertumbuhan kredit perbankan Indonesia masih di level baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang masih kuat.

“Kalau kita lihat pertumbuhan kredit perbankan sih masih on the track ya, pertumbuhan di bulan Maret year on year (yoy) itu masih di level 12%,” jelas Mirza dalam wawancara di Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (20/5/2024).

Secara spesifik, Miza mengungkapkan kredit tumbuh kredit modal kerja tumbuh 12,3% secara tahunan (yoy), kredit investasi tumbuh 14,8% (yoy) dan kredit konsumsi naik 10,2% (yoy).

“Jadi sebenarnya pertumbuhan kreditnya sih menurut saya sih not bad ya,” sebut Mirza.

Mirza juga menyampaikan kondisi makro lainnya juga terjaga baik, dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2024 mencapai 5,11% atau lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan ke-4 2023 yang berada di angka 5,04%.

Dirinya merinci, bahwa jika dilihat berdasarkan pulau, pertumbuhan tersebut masih belum merata dengan pulau Jawa dan Sumatra tumbuh lebih lambat dari nasional. Sedangkan Kalimantan dan Sulawesi mampu tumbuh signifikan.

“Emang yang tumbuhnya di bawah 5% itu Sumatera 4,2% dan Jawa 4,8%,” jelas Mirza.

Dirinya mengungkapkan pertumbuhan di kedua pulau dengan populasi terbanyak di RI perlu kembali didorong, salah satu yang penting lewat manufaktur.

Terkait potensi ke depan, Mirza menyebut bahwa penurunan suku bunga acuan AS masih menjadi hal yang paling ditunggu oleh perbankan Tanah Air.

“Kalau suku bunga Amerika turun maka suku bunga Bank Indonesia bisa turun. Suku bunga Bank Indonesia bisa turun, maka suku bunga perbankan bisa turun, kemudian kredit bisa bisa bergulir lebih lebih lebih cepat gitu ya,” jelas Mirza.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Antisipasi Ancaman Global, OJK Bakal Lakukan Ini


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *