Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara mengungkapkan kondisi permodalan perbankan Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Dirinya melihat industri bank RI tetap kuat meskipun ramai ketidakpastian global.

“Permodalan perbankan itu kita biasanya merefer kepada capital adequacy ratio. CAR perbankan Indonesia ini mungkin ya salah satu tertinggi di dunia karena kebetulan [angkanya] itu sekitar 26%,” jelas Mirza dalam wawancara di Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (20/5/2024).

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa kondisi likuiditas perbankan RI juga masih tangguh, meskipun adanya pengetatan moneter baik itu di tingkat global maupun domestik.

“Kalau kita bicara likuiditas, perbankan itu kalau secara sistem juga masih cukup tinggi gitu ya. Jadi biasanya kita bicara tentang AL/DPK atau alat likuid dibandingkan dengan dana pihak ketiga angkanya sekitar 27%,” tambah Mirza.

Meski secara permodalan dan likuiditas industri perbankan Indonesia kuat, dirinya tidak menampik adanya guncangan global karena suku bunga Amerika Serikat yang tidak kunjung turun.

“Kita lihat global kan kemarin sempat goyang karena suku bunga Amerika tidak turun juga kemudian terjadi sedikit capital outflow di berbagai negara emerging market gitu,” ungkap Mirza.

Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa sekarang situasi ekonomi sudah kembali membaik.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Antisipasi Ancaman Global, OJK Bakal Lakukan Ini


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *