Jakarta, CNBC Indonesia – PT Andira Agro Tbk (ANDI) kedatangan investor baru dengan kepemilikan saham di atas 5%. Per 15 Mei 2026, Santo tercatat memiliki 569.859.200 atau setara 6,09%. Transaksi tersebut difasilitasi oleh PT Lotus Andalan Sekuritas dan PT Erdikha Elit.

Adapun saham Andika Agro merupakan satu aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disita oleh Kejaksaan Agung. Per 30 April 2024, Kejaksaan Agung tercatat sebagai pemegang 567.409.200 atau 6,07% saham ANDI. 

Sebanyak 49,73% saham ANDI dikuasai oleh PT Central Energi Pratama dan 7,49% PT Anugerah Perkasa Semesta. 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana belum dapat memberikan konfirmasi apakah saham yang dibeli Santo merupakan aset sitaan dari kasus Jiwasraya. “Saya belum dapat datanya dari BPA (Badan Pemulihan Aset),” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/5/2024).

Sementara itu, saham ANDI harganya anjlok ke level Rp 50 dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan pada 2019. Kemudian bertahan dalam daftar saham gocap hingga Maret 2024.

Pada akhir Maret 2024, kinerja saham ANDI semakin buruk dan terus melorot hingga akhirnya menyentuh Rp 4 pada 13 Mei 2024 dan bertahan hingga perdagangan hari ini, Jumat (17/5/2024).

Sebagai pengingat, Asuransi Jiwasraya gagal bayar klaim nasabah hingga triliunan rupiah dan terbukti melakukan korupsi. Salah satu yang membuat perusahaan terlilit masalah keuangan dan terendus melakukan korupsi adalah penempatan investasi pada saham gorengan yang akhirnya membuat Jiwasraya rugi hingga lebih dari Rp 10 triliun. 

Penempatan dana perusahaan asuransi di instrumen investasi memang sudah biasa dilakukan untuk mencari keuntungan. Akan tetapi masalahnya Jiwasraya tidak memerhatikan manajemen risiko dan malah ugal dalam berinvestasi. 

Kasus Jiwasraya kemudian menyeret PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Kedua perusahaan melakukan penempatan dana di saham gorengan yang serupa. 

Dalam perkembangan kasus tersebut, Kejagung pun menyita 11 saham terkait, yakni satu di antaranya adalah Andira Agro. Selain itu, juga ada PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Rimo Internasional Lestari (RIMO), dan PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT).

Kemudian PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), PT Sky Energy Indonesia (JSKY), PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA), PT Sinergi Megah Internusa (NUSA), PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), dan PT Siwani Makmur Tbk (SIMA).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


OJK Buka-bukaan Nasib Nasabah Jiwasraya yang Tolak Restrukturisasi


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *