Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten telekomunikasi anak usaha Grup Sinar Mas, Smartfren Telecom, buka suara soal teka teki potensi merger dan prospek ke depannya.

Sebelumnya, XL Axiata (EXCL) dan FREN telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding) tidak mengikat untuk menjajaki rencana penggabungan usaha (merger).

Apabila keduanya sepakat melakukan penggabungan usaha, salah satu dipastikan harus terdepak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan meninggalkan satu perusahaan yang akan menjadi surviving entity.

Dalam penjelasan kepada BEI, Corporate Secretary FREN James Wewengkang mengungkapkan bahwa perusahaan masih belum memperoleh informasi dari pemegang saham mengenai surviving entity pasca merger.

Rencana merger dua pemain utama telco di RI ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi pemegang saham pengendali dari MergeCo.

Kedua pihak diharapkan dapat memberikan pengaruh yang seimbang terhadap arah strategis dan keputusan operasional MergeCo, dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing.

Sebelumnya, manajemen Axiata meyakini bahwa MergeCo akan memiliki kelincahan yang strategis, kompetensi dan kemampuan yang mumpuni untuk memenuhi harapan dan permintaan yang semakin meningkat dari konsumen, bisnis dan sektor publik di Indonesia.

“MergeCo diharapkan dapat memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen di sektor telekomunikasi dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham, melalui sinergi dari penggabungan operasi XL Axiata dan Smartfren,” ungkapnya.

“Perseroan berpendapat bahwa surviving entity akan ditentukan oleh pemegang saham setelah dilakukannya proses uji tuntas dan saat negosiasi perjanjian definitif,” jelas James lewat keterbukaan informasi dikutip CNBC Indonesia, Jumat (17/5/2024).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Laba XL Axiata Rp 1,26 T Sepanjang 2023, Terbang 14,6%


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *