Jakarta, CNBC Indonesia – PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) berencana melakukan pembelian kembali saham perusahaan atau buyback sebanyak-banyaknya 10% saham dari seluruhnya. Alokasi dana untuk rencana ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp50 miliar.

Mengutip prospektus, Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh KREN sebesar 18.208.470.100 lembar saham pada 31 Desember 2023, dengan nilai nominal Rp5 per saham. Adapun kepemilikan Masyarakat (dibawah 5%) sebanyak 13.046.572.466 lembar saham atau sebesar 71,65%.

KREN bakal mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Juni untuk meminta persetujuan atas rencana ini kepada para pemegang saham. Setelah mendapat persetujuan, periode pelaksanaan buyback akan berlangsung sejak saat itu sampai paling lambat 12 bulan setelahnya.

Corporate Secretary KREN menjelaskan ada sejumlah alasan dan dampak atas rencana aksi korporasi ini. Pelaksanaan pembelian kembali saham dilatarbelakangi upaya Manajemen KREN memandang perlu untuk mengembalikan harga saham KREN kepada harga awal IPO, sehingga salah satu langkah yang diambil adalah melakukan aksi korporasi yaitu buyback saham yang diharapkan dapat meningkatkan harga saham KREN dan memberikan kepercayaan kepada investor bahwa buyback saham yang dilakukan merupakan salah satu bentuk kepercayaan diri manajemen terhadap nilai saham KREN.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan, karena Perseroan pada saat ini memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha,” kata Corporate Secretary KREN dalam prospektus, dikutip Jumat (17/5/2024).

Kemudian, buyback saham KREN disebut juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang, dan dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika diperlukan. Serta, diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja KREN melalui harga saham.

“Program Buyback ini juga dilandasi keyakinan manajemen Perseroan akan kinerja dan prospek kinerja perusahaan kedepan yang akan terus berkembang, sehingga dapat memberikan nilai kepada pemegang saham,” tambah Corporate Secretary KREN.

Berdasarkan RTI Business, harga KREN berada di posisi Rp5 per saham, setelah melambung 25% atau bertambah 1 basis poin (bps) pada pembukaan perdagangan Jumat (17/5/2024).

Melihat data historisnya, harga KREN sudah anjlok 99,21% dalam lima tahun terakhir dari harga 685 per saham.

Seperti diketahui, Grup Kresna diguncang masalah setelah sang bos Michael Steven resmi menjadi tersangka gagal bayar nasabah di entitas anak PT Kresna Sekuritas. Kinerja emiten-emiten yang tergabung dalam grup tersebut juga tidak baik-baik saja.

Grup Kresna sendiri memiliki sejumlah emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti Quantum Clovera Investama yang sebelumnya PT Kresna Graha Investama Tbk. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX).

Selanjutnya, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA), PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS), dan PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI). Nama terakhir tengah dalam potensi penghapusan saham atau delisting lantaran disuspensi oleh bursa hingga 28 bulan sejak 6 Januari 2022.

Sosok Michael Steven sendiri juga berada di balik PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life), yakni perusahaan asuransi yang mengalami gagal bayar hingga Rp 6,4 triliun dari sekitar 8.900 pemegang polis.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Habis Caplok Commonwealth, OCBC NISP Buyback Saham Rp800 Juta


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *