Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih optimistis bahwa pertumbuhan kredit perbankan akan tetap dalam rentang 9% hingga 11% tahun ini. Meskipun beberapa bank sudah merevisi target kreditnya, sebagai imbas dari ketatnya likuiditas akibat berbagai faktor seperti suku bunga acuan yang naik serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, melihat rencana bisnis bank (RBB), perbankan masih memiliki “optimisme yang cukup besar.” Selain itu, data statistik menunjukkan pertumbuhan kredit 12,40% di bulan Maret 2024.

Walaupun ia mengakui target pertumbuhan kredit tahun ini tidak setinggi tahun lalu, ia yakin pertumbuhan kredit perbankan akan tetap mencapai double digit.

Industri perbankan pun masih menimbang-nimbang untuk merevisi target pertumbuhan kreditnya. Seperti bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Direktur Utama BRI Sunarso memperkirakan bahwa risiko kredit pada kuartal II 2024 terbilang tinggi dengan pertumbuhan ekonomi moderat.

BRI memasang target kredit lebih moderat dengan batas bawah yang lebih rendah, yakni 10%-12% secara tahunan.

Begitu pula dengan sejumlah bank kelas menengah.

Seperti bank pelat merah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN). Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, bank yang ia pimpin itu memilih menurunkan target pertumbuhan kredit tahun ini dari sebelumnya 14% menjadi ke kisaran 10%-11%, seperti realisasi pertumbuhan kredit tahun lalu. Ini demi menghindari potensi kenaikan biaya dana.

Bank menengah lainnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) sedang mengevaluasi kembali RBB berdasarkan data historis dan target nasional OJK.

“Saat ini kami sedang berproses untuk evaluasi kembali RBB berdasarkan data historical dan outlook pertumbuhan nasional yang ditetapkan OJK, dengan tetap memperhatikan keselarasan rencana jangka panjang yang telah tercantum dalam Corporate Plan Perseroan 2024 – 2028,” kata Direktur Utama BJTM Busrul Iman saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (14/5/2024).

Ia memaparkan bahwa secara historis, pertumbuhan kredit Bank Jatim tahun 2023 mampu tumbuh positif 18,54%. Untuk tahun ini, Busrul mengatakan pihaknya merevisi yang semula penyaluran kredit tumbuh 22,04% menjadi konservatif tumbuh 13%-15%, tidak jauh dengan prediksi OJK 9%-11 % dan Bank Indonesia (BI) sebesar 10 %-12 %.

“Kami optimis ini bisa tercapai krn portofolio kredit masih dominan di sektor konsumtif (payroll based),” katanya.

Bank swasta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) menargetkan pertumbuhan tahun ini relatif sama dengan tahun lalu, yakni 7%. Presiden Direktur BNGA Lani Darmawan menyampaikan bahwa pihaknya akan memantau kondisi dalam satu kuartal ke depan.

“Tahun ini kami perkirakan loan akan tetap tumbuh positif sekitar 7%an. Masih relatif sama dengan target awal. Kami akan lihat kembali sikon dalam 1 kuartal ke depan,” katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (14/5/2024).

Ia memaparkan bahwa di kuartal I-2024, pertumbuhan kredit CIMB Niaga masih “mild” yakni sekitar 6% secara tahunan. Itu didorong dari kredit segmen UMKM yang tumbuh 9,5% yoy dan retail sebesar 7% yoy. Sementara itu, kredit korporasi tumbuh mini di sekitar 4,5% yoy.

Lain halnya dengan bank milik MUFG PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) yang belum berencana melakukan revisi terhadap target penyaluran kredit. Direktur BDMN Dadi Budiana menyatakan bahwa kenaikan suku bunga BI dan pelemahan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh pada pertumbuhan penyaluran kredit bank tersebut.

“Sejauh ini kedua hal tersebut belum mempengaruhi target penyaluran kredit kami tahun ini,” katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (14/5/2024).

Tanpa merinci lebih lanjut, ia menyebut target tahun penyaluran kredit tahun ini masih double digit.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Target OJK 2024: Kredit Bank Tumbuh 9%-11%, DPK 6%-8%


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *