Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak pasar keuangan global berimbas cukup besar ke saham sektor perbankan yang sempat ditinggalkan investor dalam 1-2 pekan terakhir.

Executive Director JP Morgan Sekuritas Indonesia, Henry Wibowo menyebutkan setidaknya ada 3 hal yang menekan pergerakan saham perbankan. Hal ini terkait rilis kinerja Q1-2024 yang di bawah ekspektasi seiring dengan turunnya pertumbuhan laba hingga memburuknya kualitas aset.

Selain itu profit taking dan panic selling menjadi pendorong koreksi saham perbankan, meski demikian saham perbankan dipandang masih prospek ditopang prospek pertumbuhan dan fundamental yang kuat.

Pelaku pasar dalam menentukan saham pilihan investasi era suku bunga tinggi memperhitungkan sejumlah faktor. Mulai dari sektor yang masih memiliki prospek era suku bunga tinggi seperti sektor yang diuntungkan oleh kenaikan suku bunga seperti perbankan.

Selain itu juga perlu diperhatikan sektor yang merugi saat suku bunga tinggi seperti saham perusahaan dengan beban utang jumbo serta sektor yang terkait volatilitas suku bunga seperti properti karena terkait bunga KPR.

Seperti apa pelaku pasar melihat strategi dan prospek investasi pasar modal RI di tengah suku bunga tinggi dan volatilitas Rupiah? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Executive Director PT J.P Morgan Sekuritas Indonesia, Henry Wibowodalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 06/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *