Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate diklaim manjur dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sebelum BI rate naik dolar Amerika Serikat (AS) nyaris menembus Rp16.300, kini sudah┬áberada di level Rp16.000 dan bahkan menyentuh level Rp15.900.

Demikianlah disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo kepada media, Rabu (8/5/2024). Pada 24 April lalu, BI rate naik sebesar 25 bps menjadi 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7%.

“Keputusan kita naikkan BI rate memang meningkatkan confident pasar dan investor global sehingga narik aliran modal asing portofolio,” ungkapnya.

Masuknya asing ke dalam negeri mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Karena itu makanya dengan aliran modal asing supply dolar kita jadi tambah dan confident investor jadi makin kuat dan itu perkuat nilai tukar rupiah, waktu kita mengambil kebijakan moneter RDG sekitar Rp16.300an. Sekarang Rp16.000 dan kita upayakan turun di bawah Rp16 ribu,” jelas Perry.

Perry meyakini penguatan rupiah masih akan terus berlanjut sesuai dengan fundamental. Proyeksinya selama kuartal II dolar akan bergerak di level Rp16.200, kuartal III rata-rata Rp16.000 dan menguat Rp15.800 pada kuartal IV-2024.

“Karena apa kami percaya rupiah ini mestinya akan terus menguat sesuai fundamental,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bos BI: Rupiah Ada Kecenderungan Menguat!


(mij/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *