Jakarta, CNBC Indonesia Kinerja GoTo Financial, unit bisnis financial technology (fintech) GOTO, juga mencatatkan performa positif. Capaian ini terungkap saat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis kinerja keuangan per kuartal I-2024.

Berdasarkan keterangan resmi GOTO Senin (29/4), GOTO mencatatkan rugi bersih atribusi entitas induk sebesar Rp 861,91 miliar pada 3 bulan pertama tahun ini atau kuartal I-2024, turun hingga 78% yoy dari kuartal I-2023 yang rugi hingga Rp 3,86 triliun.

Penurunan rugi terjadi seiring dengan total pendapatan bersih GOTO yang naik 22% menjadi Rp 4,08 triliun, dari pendapatan bersih GOTO di kuartal I-2023 sebesar Rp 3,33 triliun.

Adapun untuk segmen fintech via GTF, GOTO juga mengungkapkan beberapa indikator yang menunjukkan positifnya kinerja segmen ini. Pertama, tingkat pemberian pinjaman dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, yang mencakup produk buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, tumbuh 43% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (QoQ) dan lebih dari tiga kali lipat YoY, mencapai Rp2,7 triliun pada kuartal 1-2024.

Pertumbuhan tersebut diiringi dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sama dibandingkan kuartal sebelumnya. Dari nilai pinjaman ini, Bank Jago menyalurkan sekitar 75% pinjaman yang dibukukan oleh GoTo pada kuartal 1-2024, naik dari 70% pada kuartal sebelumnya. Kedua perusahaan akan terus berkolaborasi untuk meningkatkan skala penghimpunan pinjaman (loan origination) sepanjang tahun 2024.

Kedua, pendapatan bruto GTF tumbuh 57% YoY pada kuartal 1-2024 mencapai Rp 666 miliar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pada bisnis pembayaran dan pinjaman konsumen.

Ketiga, GTV inti segmen fintech ini pada Q1-2024 mencapai sebesar Rp48,4 triliun, tumbuh 40% YoY. Sementara itu, GTV fintech secara keseluruhan pada kuartal ini adalah Rp111,0 triliun, tumbuh 21% YoY.

Menurut manajemen GOTO, segmen fintech mencatatkan pertumbuhan topline yang kuat, didorong oleh bisnis pembayaran dan pinjaman konsumen. Perseroan terus meningkatkan investasinya pada bisnis fintech dan mempercepat integrasi produk-produk fintech dengan TikTok dan Tokopedia.

“Segmen fintech berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada akhir tahun 2025, bergantung pada kondisi makroekonomi yang stabil,” tulis manajemen GOTO.

Keempat, beban kas rutin tetap GTF turun 18% YoY pada Q1-2024. Beban ini diperkirakan akan berfluktuasi seiring investasi yang dilakukan Perseroan lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan.

Kelima, rugi EBITDA yang disesuaikan untuk segmen fintech berkurang 52% YoY mencapai -Rp248 miliar atau -0,2% dari GTV segmen.

Keenam, produk BNPL. Menurut manajemen GOTO, Integrasi dengan TikTok terus mengalami kemajuan yang baik, setelah penyesuaian yang dilakukan GoTo terhadap produk BNPL pada bulan Januari 2024 menghasilkan tingkat penetrasi lebih tinggi di platform Tokopedia. GoTo mencatatkan pertumbuhan yang baik pada bulan Maret 2024, dengan tingkat pemberian pinjaman tumbuh mendekati 60% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

GoTo juga bermitra dengan TikTok untuk memudahkan pengguna menghubungkan akun GoPay mereka dengan Shop | Tokopedia, yang telah selesai pada pertengahan Maret 2024. Kedua pihak juga tengah bersama-sama mengembangkan produk BNPL dengan tujuan meluncurkan produk tersebut di Shop | Tokopedia dalam beberapa bulan ke depan. Sebagai informasi, aplikasi GoPay telah diunduh lebih dari 20 juta kali per akhir Maret 2024.

 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: GOTO Gelar Public Expose, Sahamnya Kok Loyo?


(rah/rah)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *