Jakarta, CNBC Indonesia – PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan akan ikut menggarap kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Direktur Utama ASII Djony Bunarto Tjondro mengaku, segmen kendaraan listrik memiliki potensi besar dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami juga mengakui dan sadar kendaraan listrik baterai EV (electric vehicles/ kendaraan listrik) juga memiliki potensi berkembang ke depan dengan adopsi dan penetrasi dengan model yang lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/4).

Bahkan, perseroan berencana akan meluncurkan kendaraan listrik yang lebih banyak, baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Setidaknya, dalam 2 tahun ke depan.

“Saat ini Toyota Astra dan Honda Motor juga memiliki rencana baterai EV ke depan. Toyota Astra Motor join venture kami di Toyota meluncurkan baterai EV yang banyak dan Astra Honda juga merencanakan motor listrik yang banyak dalam 2 tahun ke depan,” ungkap Djony.

Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang infrastruktur kendaraan listrik akan lebih memadai dibandingkan saat ini.

“Dengan ditunjang infrastruktur sehingga masyarakat Indonesia saat itu cukup nyaman,” imbuhnya.

Djony menyebut, saat ini pangsa pasar perseroan masih cukup besar di kisaran 55-56% sehingga pihaknya juga optimis saat meluncurkan kendaraan listrik dapat memperoleh pangsa pasar yang cukup besar.”Kami sangat sadar dan punya tekad menyeimbangkan penetrasi tiap model yang kami kembangkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur ASII Hamdani Dzulkarnaen mengungkapkan, saat ini perseroan masih menjadi pemasok utama untuk perusahaan Original Equipment Manufacturer (OEM) atau produsen peralatan asli maupun aftermarket bukan hanya domestik, tapi juga regional. Pihaknya optimis saat masuk ke produk kendaraan listrik tetap akan bertahan menjadi pemain utama.

“Kami sendiri berkolaborasi dengan partner saat ini ada 169 anak usaha memasok 74 komponen kendaraan listrik. Ini bukan hanya untuk Astra grup tapi diluar pemain yang ada di Indonesia dan bukan hanya kendaraan roda empat tapi juga kendaraan roda dua. Jadi secara konsisten otoparts akan mengembangkan kendaraan EV. Kami yakin kedepan akan memainkan peranan kendaraan penting dalam ekosistem kendaraan EV,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, infrastruktur kendaraan listrik juga mengalami pengembangan. Saat ini pihaknya sudah mampu memproduksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan charging machine, ultra fast charging machine, dan home charging machine

Kami akan memperluas jaringan memasuki perkantoran rest area dan populasi signifikan kendaraan EV,” pungkas Hamdani.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Cetak Rekor! Laba Astra International (ASII) Naik 12%, Sentuh Rp 34 T


(dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *