Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat kepatuhan eksportir dalam memenuhi kewajiban menyimpan dolar hasil ekspornya sudah tinggi. Hal ini berdasarkan hasil pengawasan Agustus 2023 – Januari 2024.

Dewan Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan pada periode ini, kepatuhan eksportir telah mendekati 95%. Mereka memenuhi kewajiban memasukan penempatan sesuai peraturan pemerintah.

“Hasil pengawasannya yang kamu lakukan telah disampaikan ke Dirjen Bea Cukai yang ini kewenangan DJBC terkait tindak lanjut kepatuhan ini,” katanya, Rabu (24/4/2024).

Terkait dengan wacana perluasan sektor yang wajib menyimpan dolar, pemerintah sedang melakukan evaluasi hasil penempatan yang sudah ada. Saat ini, dia menegaskan BI dan pemerintah tengah mengoptimalkan potensi yang ada untuk implementasi sektor-sektor yang diatur saat ini. Ke depannya tidak menutup kemungkinan bisa ditambah lagi jumlah dan sektor eksportirnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartato pun memastikan akan gencar mensosialisasikan ketentuan kewajiban ekspotir untuk memarkirkan dolarnya di sistem keuangan domestik melalui Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 supaya tingkat kepatuhannya tinggi.

“Ya tentunya DHE terus kita sosialisasikan nanti kita akan melakukan evaluasi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (22/4/2024).

Airlangga mengklaim sebetulnya kepatuhan eksportir terhadap ketentuan PP DHE Sumber Daya Alam itu sudah sangat baik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada beberapa waktu lalu mencatat tingkat kepatuhan eksportir terhadap PP DHE sudah 95%. Namun, Airlangga mengatakan, angka persis kepatuhannya nanti akan dirilis BI.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Top! 150 Eksportir Sudah ‘Taruh Dolar’ di BI Akhir Tahun Ini


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *