Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatat laba bersih pada kuartal I tahun ini US$67,6 juta atau setara Rp 1,09 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 12,28% secara tahunan (yoy) dari sebelumnya yang sebesar US$ 60,24 juta secara tahunan.

Mengutip laporan keuangan, pendapatan BUMI pada kuartal I tahun ini US$ 311,01 juta. Pendapatan tersebut turun sebesar 31,62% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yang sebesar US$ 454,8 juta.

Seiring dengan pendapatan BUMN yang menurun, maka beban pokok pendapatan BUMI turun 22,09% menjadi US$ 28,8 juta, dari sebelumnya US$ 37,07 juta secara tahun ke tahun atau year on year (yoy).

Kontribusi pendapatan BUMI berasal dari ekspor batu bara sebesar US$ 206,7 juta, penjualan lokal batu bara sebesar US$ 83,9 juta, dan penjualan lokal emas sebesar US$20,3 juta.

Meski beban pokok turun, hal tersebut membuat laba bruto BUMI turun hingga 73,67% menjadi US$221,3 juta pada kuartal I/2024. Laba bruto ini turun dibandingkan kuartal I/2023 yang sebesar US$84,08 juta.

Ternyata, capaian laba bersih berasa dari salah satunya dari pos manfaat pajak penghasilan sebesar US$40,95 juta, dari sebelumnya beban pajak penghasilan senilai US$15,4 juta.

Adapun total aset BUMI di akhir Maret 2023 tercatat naik menjadi US$4,23 miliar, dari sebelumnya US$4,2 miliar di akhir Desember 2023.

Sementara, jumlah liabilitas BUMI turun menjadi US$1,38 miliar di akhir kuartal I tahun ini, dari sebelumnya US$ 1,42 miliar di akhir 2023.

Sedangkan, jumlah ekuitas BUMI meningkat menjadi US$2,84 miliar di tiga bulan pertama 2024, dari sebelumnya US$2,77 miliar di tahun penuh 2023.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Dapat Restu RKAB, Produksi Batu Bara BUMI Bisa Capai Segini


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *