Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal serangan terbaru Israel ke Iran yang membuat indeks saham di beberapa wilayah di Asia, termasuk Indonesia terkontraksi.

“Peningkatan eskalasi antara Israel dan Iran di respon negatif oleh bursa-bursa di kawasan Asia termasuk Indonesia atau turun 1,82%,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI kepada wartawan, Jumat, (19/4/2024).

Berdasarkan data terkini hampir seluruh bursa Asia mengalami penurunan diantara -0,40% sd -3,31%. Artinya, ada beberapa bursa yang turun lebih dalam dari Indonesia seperti Philippines -1,71%, Vietnam -1,93%, Thailand -1,81% dan Jepang -2,54%.

Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merana pada perdagangan sesi I Jumat (19/4/2024), di tengah memburuknya kembali sentimen pasar global.

Hingga pukul 11:30 WIB, IHSG ambruk 1,45% ke posisi 7.063,1. IHSG pun terkoreksi ke level psikologis 7.000 dan menjadi posisi terendah sejak awal Desember 2023.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 6,3 triliun dengan melibatkan 11 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 797.666 kali.

Adapun IHSG terakhir berada di bawah posisi tersebut yakni pada akhir November 2023. Penurunan ini memperpanjang sentimen negatif perang Israel-Iran kepada IHSG.

Diketahui, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada ABC News bahwa Israel telah meluncurkan serangan balasan ke Iran.

Sementara itu, sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, terletak di barat laut kota Isfahan, menurut kantor berita semi-resmi Iran FARS, mengutip sumber-sumber lokal.

“Kota Ghahjaworstan terletak di dekat Bandara Isfahan dan pangkalan perburuan kedelapan Angkatan Udara,” kata berita FARS.

Iran Press TV juga melaporkan ledakan terdengar di dekat pusat kota.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Masih Menanjak, IHSG Bisa Tutup Tahun 2023 di 7.300-an?


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *