Jakarta, CNBC Indonesia – Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga bicara soal kontribusi BUMN perbankan atau Himbara terhadap perekonomian dan masyarakat. Harapannya, perbankan pelat merah dapat terus konsisten terhadap fokus utama bisnisnya.

“Ya, kalau kita ya. Kalau perbankan. Perbankan mudah-mudahan sih bisa konsisten gitu. Justru yang kita lakukan sekarang nih, konsisten pertumbuhannya ya. Justru yang kita lakukan sekarang ini adalah memperbanyak BUMN yang berkontribusi,” ujarnya dalam acara CNBC Indonesia, Kamis (18/4).

Arya menjabarkan, dengan terbaginya bank-bank BUMN ke dalam klaster dapat fokus pada bisnisnya masing-masing. Misalnya saja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang berfokus pada pembiayaan ultramikro dan UMKM.

“Ini kita harapkan apa? Kontribusinya terhadap rakyat gitu ya. Itu UMKM kita makin bisa melakukan pembiayaan-pembiayaan dari bantuan mereka,” ucapnya.

Sementara, untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dapat fokus pada sektor korporasi dalam mendukung pengembangan bisnis perusahaan-perusahaan menengah ke atas.

“Kemudian dari mandiri misalnya yang memang kuat diurusan korporasi itu juga bisa mensupport perusahaan-perusahaan yang mulai dari menengah ke atas gitu ya,” imbuhnya.

Sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dapat fokus pada pembiayaan ekspor, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dapat fokus pada pembiayaan perumahan.

Dengan pembagian seperti itu, kata Arya, perbankan BUMN dapat menggali potensi-potensi yang ada.

“Pertumbuhan kita bagus industri nya, pertumbuhan usaha kita bagus, pertumbuhan bangsa kita bagus. Pasti perbankan bagus. Kecuali kalau ada yang main-main ya. Kalau nggak ada yang main-main. Kalau pertumbuhan ekonominya bagus pasti banknya pasti bagus. Nggak mungkin nggak,” ungkapnya.

Arya menambahkan, jika kinerja perbankan BUMN bagus, maka yang akan mendapat keuntungan selain negara dan masyarakat juga para investor ritel.

“Kan kemarin bagus banget tuh BRI ngasih ke dividennya berapa puluh persen gitu ya. Kemudian dan besar banget loh. Rata-rata dividen yang kita berikan tahun kemarin itu ke pemegang saham itu terbesar sepanjang sejarah. Selalu gitu dividen yang diberikan tuh. Jadi keuntungan yang dapat oleh pemegang-pemegang saham publik itu kali ini besar-besar kok gitu,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Erick: Transformasi BUMN tidak Mungkin tanpa Talenta Terbaik


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *