Jakarta, CNBC Indonesia – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO) memberikan tanggapannya terkait pemberhentian kerja sama dengan Hyundai Motor Company setelah adanya petisi dari penggemar grup K-Pop BTS, yang kerap disapa Army.

Menurut Direktur ADRO Heri Gunawan, Hyundai dan ADRO menandatangani nota kesepakatan (MoU) pada tanggal 13 November 2022 yang berlaku selama 12 bulan, seiring dengan upaya Hyundai untuk menjajaki peluang pengadaan aluminium rendah karbon menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air yang ramah lingkungan di kemudian hari.

“Setelah MoU berakhir pada bulan November tahun 2023, Hyundai dan Perseroan sepakat untuk tidak memperbarui MoU tersebut dan menjajaki peluang lain secara terpisah dan mandiri,” ujar Heri dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat, (5/4/2024).

Dampak dari berakhirnya MoU ini dianggap tidak berpengaruh terhadap keuangan maupun operasional karena smelter masih dalam tahap konstruksi. Adaro berupaya untuk mencapai target commercial operation date yang direncanakan di tahun 2025, dengan kapasitas produksi fase pertama sebanyak 500.000 ton aluminium per tahun.

Meski terjadi putus kerja sama dengan Hyundai, ADRO tetap fokus pada pengembangan smelter aluminium rendah karbon untuk mendukung industri yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk aluminium.

Di sisi lain, Perseroan telah menandatangani MoU dengan pihak-pihak lain yang siap menyerap hingga 70% dari total kapasitas produksi smelter aluminium milik entitas anak usaha Perseroan, PT Kalimantan Aluminium Industry.

Selanjutnya, perseroan akan menjajaki pengolahan aluminium menggunakan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air yang ramah lingkungan. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta berperan dalam mewujudkan industri yang rendah karbon untuk mencapai target Net Zero Emission Indonesia di kemudian hari.

Sebelumnya, heboh soal petisi dari penggemar BTS yang meminta Hyundai untuk tidak membeli aluminium dari Adaro selama proses produksinya menggunakan batubara. Petisi tersebut diunggah di Kpop4planet.com dan telah ditandatangani oleh 11.128 orang.

Fans JungKook dan kawan-kawan ini menyoroti kepedulian terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Mereka berharap Hyundai dapat menjadi pionir dalam keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dengan tidak mengonsumsi produk-produk yang berasal dari sumber energi yang tidak ramah lingkungan.

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *